Gunung di Jambi
Provinsi Jambi menyimpan gugusan pegunungan yang membentang di sepanjang Bukit Barisan, dan setidaknya terdapat 13 gunung di Jambi yang tercatat dengan ketinggian serta karakteristik beragam. Sebagian besar dari gunung-gunung ini merupakan bagian integral dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), sebuah kawasan konservasi yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Daftar 13 Gunung di Jambi: Tinggi, Lokasi, dan Tipe
Memahami bentang alam Jambi tidak lengkap tanpa mengenali gunung-gunung yang berdiri kokoh di wilayah baratnya. Berdasarkan data dari berbagai sumber, termasuk laman Pemerintah Daerah Jambi dan Badan Pusat Statistik, kita dapat mengidentifikasi setidaknya 13 gunung utama yang mendefinisikan topografi provinsi ini. Rentang ketinggiannya bervariasi, mulai dari ribuan meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga puncak-puncak yang menantang para pendaki. Untuk memudahkanmu, berikut adalah daftarnya .
1. Gunung Kerinci (3.805 Mdpl)
Tidak mungkin memulai pembahasan tentang gunung di Jambi tanpa menundukkan kepala pada Gunung Kerinci. Berdiri dengan gagah di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat, gunung ini merupakan mahkota dari Pegunungan Bukit Barisan. Dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl), statusnya sebagai gunung tertinggi di Sumatera dan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jaya di Papua tidak pernah terbantahkan. Sebagai tipe stratovolcano yang masih aktif, Gunung Kerinci selalu menawarkan pemandangan kawah berasap dari puncaknya yang dikenal dengan nama Puncak Indrapura .
Pendakian ke “Atap Sumatera” ini biasanya dimulai dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Jalur ini merupakan gerbang utama yang paling populer. Kamu akan memulai petualangan dari Pintu Rimba Pos R10 dan melewati hutan tropis yang lebat. Sepanjang perjalanan menuju Shelter 3, kamu akan disuguhi akar-akar pohon besar, tanah basah, dan trek menanjak yang menguji ketahanan fisik . Bagi yang mencari tantangan lebih ekstrem, terdapat jalur alternatif via Bukit Bontak di Solok Selatan yang baru dikembangkan dan menawarkan panorama Air Terjun Blangir serta waktu tempuh yang lebih efisien . Namun, jalur ini tetap dikategorikan berat (Grade IV) dan wajib didampingi pemandu profesional.
Sesampainya di Puncak Indrapura, semua rasa lelah akan terbayar lunas. Kamu akan berdiri di bibir kawah raksasa berukuran sekitar 400 x 120 meter yang terus mengeluarkan hembusan belerang. Dari titik tertinggi ini, panorama Pegunungan Bukit Barisan terhampar luas, dan jika cuaca sedang cerah, kamu bahkan bisa melihat samar-samar gugusan kota di Padang dan Jambi. Keberadaan Gunung Kerinci di jantung TNKS juga menjadikannya rumah bagi satwa langka seperti Harimau Sumatera, Tapir, dan berbagai jenis burung endemik seperti Paok Schneider.
2. Gunung Masurai (2.980 Mdpl)
Masih di kawasan TNKS, tepatnya di Kabupaten Merangin, berdiri Gunung Masurai dengan ketinggian 2.980 mdpl. Gunung ini merupakan gunung tertinggi kelima di Pulau Sumatera . Berbeda dengan Kerinci, Gunung Masurai dikategorikan sebagai sleeping mountain atau gunung yang sudah tidak aktif. Nama “Masurai” konon berasal dari kata “emas” dan “terurai”, merujuk pada legenda lokal tentang emas yang terurai di puncaknya.
Secara geografis, gunung ini mencakup tiga kecamatan di Kabupaten Merangin, yaitu Lembah Masurai, Jangkat, dan Sungai Tenang. Pesona utama Gunung Masurai terletak pada dua danau vulkaniknya yang eksotis, yaitu Danau Kumbang di ketinggian 2.539 mdpl dan Danau Mabuk di ketinggian 2.533 mdpl. Kedua danau ini terbentuk di sisa-sisa kaldera gunung api purba dan menawarkan pemandangan yang kontras dengan hamparan hijau di sekitarnya. Di sisi utara gunung, terdapat sumber mata air Batang Tembesi yang menjadi urat nadi kehidupan bagi masyarakat desa di Kecamatan Sungai Tenang.
Pendakian ke Gunung Masurai menawarkan sensasi eksplorasi yang berbeda. Kamu tidak hanya mengejar puncak, tetapi juga dihadiahi pemandangan danau yang tenang. Terdapat tiga puncak yang bisa ditaklukkan, yaitu Puncak Satu, Puncak Utama (titik tertinggi dengan pilar Belanda yang telah hancur), dan Puncak Lancip. Suasana sunyi dan jalur yang menantang menjadikannya surga bagi para pendaki yang mencari ketenangan jauh dari keramaian.
3. Gunung Tujuh (2.735 Mdpl)
Beralih dari gunung yang aktif, kamu akan menemukan keajaiban geologi lainnya yang tak kalah terkenal di kalangan gunung di Jambi, yaitu Gunung Tujuh. Gunung ini memiliki tipe kaldera vulkanik dan saat ini berstatus tidak aktif. Letusan dahsyat di masa lampau menciptakan cekungan raksasa yang kemudian terisi air hujan, membentuk sebuah danau yang kini dikenal sebagai Danau Gunung Tujuh . Danau ini menyandang predikat sebagai danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, berada di ketinggian 1.950 mdpl .
Lokasi Gunung Tujuh berada di Desa Pelompek, Kabupaten Kerinci. Menariknya, nama “Gunung Tujuh” berasal dari jumlah gunung yang mengelilingi danau tersebut. Tujuh gunung itu adalah Gunung Hulu Tebo, Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasih, Gunung Jar Panggang, dan Gunung Tujuh itu sendiri. Perjalanan menuju danau ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga jam trekking dari pos registrasi. Jalurnya menantang dengan tanjakan terus-menerus melewati hutan tropis yang rimbun, diiringi kicauan burung dan suara monyet.
Setibanya di tepi danau, kamu akan disambut oleh panorama yang syahdu. Kabut tipis sering menyelimuti permukaan air yang jernih di pagi hari, menciptakan suasana mistis. Vegetasi khas seperti kantong semar dan tumbuhan langka taxus sumatrana tumbuh subur di sekitar gunung ini. Tempat ini sangat ideal untuk berkemah, memancing, atau sekadar duduk tenang menikmati kopi hangat sambil merenungkan kebesaran alam. Cerita rakyat setempat bahkan mengisahkan tentang sepasang naga yang dipercaya menghuni danau ini, menambah daya tarik mistis bagi para pengunjung.
4. Gunung Hulu Jujuhan (2.650 Mdpl)
Beralih ke Kabupaten Bungo, kamu akan menemukan Gunung Hulu Jujuhan. Gunung non-vulkanik ini terletak di kawasan Rantau Tipu, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Meskipun tidak sepopuler gunung lainnya, keberadaannya menambah kekayaan bentang alam di Jambi bagian barat. Gunung ini menjadi salah satu bukti bahwa tidak semua puncak tinggi di Jambi berasal dari aktivitas vulkanik, melainkan juga dari proses geologis lainnya.
5. Gunung Raya (2.543 Mdpl)
Gunung Raya menyapa kita dari ketinggian 2.543 mdpl dan berada di wilayah Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, yang kini masuk dalam administrasi Kota Sungai Penuh, Gunung ini merupakan tipe stratovolcano yang sudah tidak aktif. Pemandangan dari puncaknya menawarkan vista hijau perbukitan yang menyejukkan mata. Bagi para pendaki, gunung ini menjadi alternatif destinasi selain Gunung Kerinci yang lebih ramai.
6. Gunung Hulu Tebo (2.525 Mdpl)
Masih di Kabupaten Kerinci, terdapat Gunung Hulu Tebo dengan ketinggian 2.525 mdpl. Sebagai gunung non-vulkanik, Gunung Hulu Tebo menjadi bagian dari lanskap Kerinci yang didominasi oleh pegunungan tinggi. Keberadaan gunung-gunung non-vulkanik ini menunjukkan kompleksitas geologi wilayah tersebut, yang terbentuk tidak hanya dari rangkaian gunung api, tetapi juga dari proses tektonik pengangkatan kerak bumi.
7. Gunung Sumbing (2.507 Mdpl)
Selain nama-nama besar di atas, Provinsi Jambi masih memiliki gunung-gunung lain dengan karakteristik unik. Gunung di Jambi seperti Gunung Sumbing misalnya, menawarkan daya tarik historis. Terletak di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Gunung Sumbing adalah gunung berapi tipe stratovolcano setinggi 2.507 mdpl. Meski kini tenang, gunung ini tercatat pernah mengalami dua kali erupsi, yaitu pada tahun 1909 dan 1921. Lebih dari satu abad telah berlalu tanpa aktivitas erupsi berarti .
Daya tarik utama Gunung Sumbing adalah kawah vulkanik di puncaknya yang juga menyimpan sebuah danau kawah kecil dengan lebar sekitar 180 meter . Berada di dalam kawasan TNKS, pendakian ke sini memberi kamu kesempatan untuk mengamati berbagai satwa endemik Sumatera, mulai dari berbagai jenis primata hingga reptil. Sebagai bonus, setelah lelah mendaki, kamu bisa berendam dan merilekskan otot-otot yang pegal di kolam mata air panas yang terletak di barat daya kaki gunung.
8. Gunung Jar Panggang (2.469 Mdpl)
Gunung Jar Panggang melengkapi deretan gunung non-vulkanik di Kabupaten Kerinci. Dengan ketinggian 2.469 mdpl, gunung ini berdiri tegak di wilayah tersebut. Meskipun tidak banyak informasi detail mengenai jalur pendakiannya, keberadaan gunung ini memperkaya pilihan bagi para penjelajah alam yang ingin merasakan petualangan di hutan tropis Sumatera yang masih alami.
9. Gunung Hulu Nilo (2.424 Mdpl)
Kembali ke Kabupaten Merangin, Gunung Hulu Nilo hadir sebagai gunung vulkanik yang saat ini tidak aktif. Dengan ketinggian 2.424 mdpl, gunung ini sering disebut bersebelahan dengan Gunung Sumbing. Kawasan di sekitar gunung ini merupakan bagian dari hamparan Taman Nasional Kerinci Seblat yang kaya akan keanekaragaman hayati. Lanskapnya yang masih perawan menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti dan pecinta alam.
10. Gunung Madura Besi (2.418 Mdpl)
Gunung Madura Besi, dengan status non-vulkanik, berada di Kabupaten Kerinci dan memiliki ketinggian 2.418 mdpl. Setiap gunung di Jambi, termasuk Madura Besi, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama sebagai daerah tangkapan air bagi sungai-sungai besar yang mengalir di provinsi ini. Hutan lebat yang menyelimutinya menjadi paru-paru dunia yang tak ternilai.
11. Gunung Hulu Sangir (2.330 Mdpl)
Gunung Hulu Sangir merupakan gunung non-vulkanik lainnya yang terletak di Kabupaten Kerinci. Dengan ketinggian 2.330 mdpl, gunung ini turut menyumbang pada julukan Jambi sebagai “negeri seribu gunung”, setidaknya dalam konteks lokal. Koordinatnya yang tercatat menunjukkan bahwa gunung ini berada di area yang relatif terpencil, menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
12. Gunung Patah Tiga (2.260 Mdpl)
Gunung Patah Tiga, dengan ketinggian 2.260 mdpl, juga masuk dalam jajaran gunung non-vulkanik di Kabupaten Kerinci. Letaknya yang berada di Kecamatan Air Hangat Timur, tidak jauh dari pusat Kota Sungai Penuh, membuatnya sedikit lebih mudah diakses. Gunung ini menjadi saksi bisu kehidupan masyarakat Kerinci yang telah berlangsung berabad-abad di lembah-lembah subur di sekitarnya.
13. Gunung Kunyit (2.151 Mdpl)
Berlokasi di Desa Talang Kemuning, Kabupaten Kerinci, Gunung Kunyit menawarkan fenomena alam yang unik. Dengan ketinggian 2.151 mdpl, gunung stratovolcano fumarol ini dijuluki Gunung Kunyit karena warna belerang kuning yang menyerupai kunyit serta aroma bau belerang yang menyengat seperti rempah dapur tersebut.
Vegetasi di kawasan Gunung Kunyit didominasi hamparan hutan kayu manis. Selain itu, kamu juga dapat menemukan satwa endemik seperti harimau sumatra dan monyet ekor panjang Asia Tenggara. Suasana hutan yang lebat dengan kicauan burung menemani setiap langkah pendakianmu.
Daftar Tabel Gunung di Jambi
Berikut adalah daftar gunung di Jambi yang tidak disebutkan pada artikel diatas:
| Nama Gunung | Tinggi (mdpl) | Tipe Gunung | Lokasi |
|---|---|---|---|
| Gunung Kerinci | 3.805 | Stratovolcano | Perbatasan Kab. Kerinci & Sumbar |
| Gunung Masurai | 2.980 | Stratovolcano Tidak Aktif | Kab. Merangin |
| Gunung Tujuh | 2.755 | Vulkanik Kaldera Tidak Aktif | Kab. Kerinci |
| Gunung Hulu Jujuhan | 2.650 | Non Vulkanik | Kab. Bungo |
| Gunung Raya | 2.543 | Stratovolcano Tidak Aktif | Kab. Kerinci |
| Gunung Hulu Tebo | 2.525 | Non Vulkanik | Kab. Kerinci |
| Gunung Sumbing | 2.507 | Stratovolcano | Kab. Merangin |
| Gunung Jar Panggang | 2.469 | Non Vulkanik | Kab. Kerinci |
| Gunung Hulu Nilo | 2.424 | Vulkanik Tidak Aktif | Kab. Merangin |
| Gunung Madura Besi | 2.418 | Non Vulkanik | Kab. Kerinci |
| Gunung Hulu Sangir | 2.330 | Non Vulkanik | Kab. Kerinci |
| Gunung Patah Tiga | 2.260 | Non Vulkanik | Kab. Kerinci |
| Gunung Selasih | 2.230 | Non Vulkanik | Kab. Kerinci |
| Gunung Bukit Bamban | 2.169 | Non Vulkanik | Kab. Kerinci |
| Gunung Kunyit | 2.151 | Stratovolcano Tidak Aktif | Kab. Kerinci |
| Gunung Gedang Seblat | 2.050 | Non Vulkanik | Perbatasan Kab. Merangin & Bengkulu |
| Gunung Pandan Bungsu | 1.965 | – | Perbatasan Kab. Merangin & Bengkulu |
| Gunung Patah Sembilan | 1.817 | – | Kab. Bungo |
Perspektif Lebih Luas: Lebih dari 13 Gunung di Jambi
Penting untuk dicatat bahwa angka 13 gunung di Jambi ini hanyalah sebagian dari daftar yang lebih panjang. Berdasarkan inventarisasi yang lebih luas, terdapat puluhan gunung dan bukit lainnya yang tersebar di provinsi ini, terutama di Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo. Nama-nama seperti Gunung Gedang Seblat (2.050 mdpl), Gunung Gadis (1.900 mdpl), hingga Gunung Bujang (1.700 mdpl) juga tercatat sebagai bagian dari kekayaan alam Jambi. Hal ini menunjukkan bahwa topografi Jambi jauh lebih kompleks dan kaya daripada sekadar angka 13, dan masing-masing memiliki peran ekologisnya sendiri.
Sebagai contoh, kawasan di sekitar Gunung Masurai di Kabupaten Merangin bahkan telah ditetapkan sebagai bagian dari Merangin Jambi UNESCO Global Geopark. Status geopark dunia ini menegaskan nilai geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang luar biasa di wilayah tersebut, termasuk gunung-gunung yang ada di dalamnya.
Interaksi dengan Alam dan Budaya
Mendaki gunung-gunung di Jambi bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tetapi juga tentang berinteraksi dengan alam dan budaya setempat. Saat kamu merencanakan pendakian, kamu akan melewati desa-desa dengan masyarakat yang ramah, melihat perkebunan kopi dan kayu manis, serta mungkin mendengar cerita rakyat seperti legenda sepasang naga penjaga Danau Gunung Tujuh atau kisah Gunung Sumbing yang konon berasal dari seorang raksasa yang dikutuk.
Jalur pendakian pun semakin beragam dan dikelola oleh masyarakat. Di Gunung Masurai, misalnya, kini tersedia jalur baru dari Desa Renah Alai yang diklaim lebih ramah bagi pendaki pemula karena langsung menuju puncak dan menyuguhkan pemandangan Taman Edelweis dan Istana Lumut. Ada juga jalur dari Desa Tanjung Mudo yang menawarkan akses lebih singkat ke keindahan Telaga Biru. Inisiatif-inisiatif dari masyarakat dan kelompok pecinta alam ini patut kamu apresiasi dan dukung dengan selalu menjaga etika pendakian.
Bagikan artikel ini kepada teman-teman pencinta alam agar mereka juga mengetahui pesona gunung-gunung Jambi yang memukau.
Baca juga:
Referensi:
- Larasati. (2025). Identifikasi Struktur Geologi dan Sistem Magmatik Bawah Permukaan Gunung Kerinci Menggunakan Pemodelan Surfer Bloxer Berdasarkan Data Gravitasi GGMplus [Skripsi]. Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/514196/
- Kirana, F. C., Nuriil Tadersi, R. ., Hasbullah, A., Siregar, A. D., Ritonga, D. M., Utama, H. W., & Misnawati, M. (2024). PETROGRAPHY OF PYROCLASTIC ROCK MOUNT MASURAI JAMBI PROVINCE. JOURNAL ONLINE OF PHYSICS, 10(1), 94–99. https://doi.org/10.22437/jop.v10i1.38349
- Rohiman, A., Prijanto, D., & Ratdomopurbo, A. (2018). Analisis Geokimia Unsur Utama dan Jejak Komplek Vulkanik Gunung Masurai Kabupaten Merangin, Jambi. Prosiding SNIPS, 2018(Juli 2018), 397-405.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Gunung apa saja yang paling populer untuk didaki di Jambi?
Gunung Kerinci menjadi yang paling populer karena statusnya sebagai gunung tertinggi di Sumatra. Selain itu, Gunung Masurai dengan danau vulkaniknya, Gunung Tujuh dengan danau kalderanya, dan Gunung Kunyit dengan pesona belerangnya juga sangat populer di kalangan pendaki.
2. Apakah semua gunung di Jambi termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat?
Sebagian besar gunung di Jambi, terutama yang berada di Kabupaten Kerinci dan Merangin, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Status kawasan konservasi ini menjamin kelestarian flora, fauna, dan ekosistemnya.
3. Bagaimana cara mencapai gunung-gunung di Jambi untuk pendakian?
Akses menuju gunung-gunung di Jambi umumnya melalui Kota Jambi atau Padang (Sumatera Barat) menuju Kabupaten Kerinci atau Merangin. Untuk Gunung Kerinci, akses terdekat adalah melalui Bandara Kerinci di Kota Sungai Penuh. Sementara untuk Gunung Masurai, kamu bisa terbang ke Bandara Muara Bungo. Dari kota-kota tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju desa awal pendakian.
4. Apa saja flora dan fauna khas yang dapat ditemukan di gunung-gunung Jambi?
Kawasan gunung di Jambi, khususnya di TNKS, merupakan habitat bagi berbagai spesies endemik. Kamu dapat menemukan bunga raksasa Rafflesia arnoldi, bunga tertinggi di dunia Amorphophallus titanum, kantong semar (Nepenthes), serta satwa seperti harimau Sumatera, tapir, beruang madu, dan ratusan jenis burung .
5. Kapan waktu terbaik untuk melakukan pendakian gunung di Jambi?
Waktu terbaik untuk mendaki gunung di Jambi umumnya adalah pada musim kemarau, sekitar bulan Mei hingga September. Pada periode ini, cuaca cenderung lebih cerah, risiko hujan lebat lebih kecil, sehingga pendakian lebih aman dan pemandangan lebih optimal.







