Mengenal Lebih Dekat 12 Geopark di Indonesia dari Api Biru Ijen hingga Karst Raksasa Maros Pangkep

Geopark di Indonesia

Geopark di Indonesia

Geopark di Indonesia bukan sekadar kawasan wisata biasa, melainkan laboratorium alam terbuka tempat kamu bisa menyaksikan langsung bagaimana bumi bekerja selama jutaan tahun. Setiap sudut geopark menceritakan kisah dahsyat tentang letusan gunung berapi, pergerakan lempeng tektonik, dan kehidupan purba yang membentuk wajah Nusantara seperti sekarang.

Ketika kamu melangkahkan kaki ke kawasan lindung ini, kamu tidak hanya menikmati pemandangan indah, tetapi juga belajar menghargai warisan planet yang tak ternilai harganya. Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat bahwa Indonesia saat ini memiliki 12 kawasan yang sudah diakui sebagai UNESCO Global Geopark, menjadikan negara kita sejajar dengan Italia sebagai pemilik geopark terbanyak kedua di dunia setelah Tiongkok.

Apa Itu Geopark dan Mengapa Penting?

Taman bumi atau geopark merupakan wilayah geografis tunggal yang memiliki situs warisan geologi bernilai luar biasa. Kawasan ini memadukan tiga pilar utama: keragaman hayati, keragaman geologi, dan keragaman budaya. Kamu akan menemukan bagaimana masyarakat lokal hidup berdampingan dengan bentang alam unik, menciptakan tradisi dan kearifan lokal yang tak ternilai.

Menurut Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019, pengelolaan geopark bertujuan untuk konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Artinya, ketika kamu berwisata ke geopark, kamu turut berkontribusi pada pelestarian alam sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar. Setiap tiket masuk yang kamu bayar sebagian digunakan untuk melindungi situs geologi dan memberdayakan pengrajin lokal.

Keistimewaan Geopark Indonesia di Mata Dunia

Keistimewaan sebuah taman bumi terletak pada perpaduan tiga keragaman sekaligus. Pertama, keragaman geologi yang meliputi bentuk lahan, batuan, mineral, hingga fosil. Kedua, keanekaragaman hayati yaitu seluruh flora dan fauna endemik yang menghuni kawasan tersebut. Ketiga, keragaman budaya yang tercermin dari tradisi, ritual, hingga permukiman tradisional masyarakat setempat. Ketiganya terintegrasi dalam narasi geologi yang utuh, menceritakan hubungan erat antara manusia dan alam sejak zaman prasejarah hingga kini.

12 Geopark di Indonesia

Indonesia patut berbangga karena memiliki belasan geopark yang diakui oleh UNESCO Global Geopark (UGGp). Bahkan, jumlah Taman Bumi di Indonesia menempati posisi kedua terbanyak di dunia bersama Italia. Total terdapat 12 kawasan yang telah menyandang predikat bergengsi ini. Mari kita telusuri satu per satu lokasi luar biasa tersebut.

1. Geopark Batur

Geopark Batur menjadi yang pertama bagi Indonesia, memperoleh pengakuan UNESCO pada tahun 2012. Kamu bisa menyaksikan langsung Kaldera Batur yang megah, terbentuk dari letusan dahsyat ribuan tahun silam. Gunung Batur yang masih aktif menghadirkan pemandangan lautan lava hitam dan danau kawah yang menenangkan. Terletak di Kabupaten Bangli, kawasan ini menawarkan 21 situs warisan alam. Jangan lewatkan Museum Geopark Batur untuk melihat bukti sejarah letusan yang membentuk peradaban lokal.

2. Geopark Gunung Sewu

Membentang di tiga kabupaten yakni Gunung Kidul, Wonogiri, dan Pacitan, kawasan ini menyimpan 33 situs warisan alam yang memukau. Keunikan Geopark Gunung Sewu terletak pada kekayaan arkeologis warisan budaya manusia masa lampau. Kamu bisa menemukan berbagai peninggalan paleolitikum hingga neolitikum yang membuktikan bahwa daerah ini telah dihuni manusia sejak ribuan tahun lalu.

3. Geopark Rinjani

Menyandang status UGGp sejak 2018, kawasan ini menawarkan kombinasi sempurna antara gunung aktif dan danau kawah. Gunung Rinjani menyimpan Segara Anak, sebuah danau biru yang terbentuk di kaldera raksasa. Kawasan ini juga menjadi habitat bagi flora dan fauna endemik seperti bunga anggrek Vanda limbata, Celepuk Rinjani dan Elang Flores. Bagi para pendaki, mencapai puncak Rinjani menjadi tantangan yang membuahkan pemandangan tak terlupakan. Kawasan geopark ini membentang di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, dan Lombok Timur.

4. Geopark Danau Toba

Terbentuk dari letusan supervulkan puluhan ribu tahun silam, kawasan ini menciptakan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. Danau Toba menyimpan Pulau Samosir di tengahnya, sebuah pulau di tengah pulau yang unik secara geologis. Kamu bisa belajar tentang budaya Batak Toba sambil menikmati pemandian air panas alami di sekitar kaldera.

5. Geopark Belitung

Sejak 2021, Geopark Belitung resmi menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Keistimewaan kawasan ini terletak pada kenampakan geomorfologi batuan granit perairan yang unik, peninggalan gunung api purba bawah laut, serta penemuan mineral timah terbesar di Asia Tenggara. Kamu juga bisa menemukan Batu Meteorit yang dikenal dengan nama Satam, tersebar pada zona kuarter alluvial di kawasan ini.

6. Geopark Kebumen

Kabar baik bagi kamu pecinta geologi! Geopark Kebumen yang baru diakui UNESCO pada 2024 menyimpan formasi batuan tertua di Pulau Jawa dengan usia lebih dari 120 juta tahun. Kawasan di Jawa Tengah ini mengelola 41 situs geologi termasuk Pantai Menganti yang memesona, 8 situs biologi, dan 10 situs budaya yang mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam sejak zaman dahulu.

7. Geopark Maros Pangkep

Berada di Sulawesi Selatan, Geopark Maros Pangkep memiliki kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Cina Selatan. Kamu akan disuguhi lanskap kelas dunia dengan tipe tower karst yang menjulang tinggi, tersusun dari tumpukan bebatuan gamping yang khas. Ratusan gua di kawasan ini juga menjadi tempat tinggal manusia prasejarah, menyimpan lukisan dinding tertua di dunia.

8. Geopark Meratus

Di Kalimantan Selatan, Geopark Meratus menyimpan kisah geologi yang epik. Kawasan ini terbentuk dari tabrakan dua lempeng benua yang mengangkat kerak samudra dari kedalaman 6.000 meter di bawah permukaan laut menjadi lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Kamu bisa melihat formasi batuan ofiolit berusia 150 hingga 200 juta tahun, menjadikannya catatan geologi penting di Indonesia.

9. Geopark Merangin

Menurut situs UNESCO, Geopark Merangin menjadi rumah bagi fosil unik flora Jambi, satu-satunya tumbuhan fosil yang terekspos dari jenisnya di dunia saat ini. Fosil yang berasal dari periode Permian Awal (berusia 296 juta tahun) mencakup lumut, tumbuhan runjung primitif, dan pakis biji. Kawasan ini juga menjadi tempat tinggal berbagai kelompok adat seperti Orang Batin Lamo dan marga Serampas.

10. Geopark Ijen

Fenomena alam blue fire di kawasan Gunung Ijen telah mendunia dan menjadi daya tarik utama geopark yang berada di Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur. Selain itu, Geopark Ijen menjadi habitat bagi 14 jenis flora, 27 jenis fauna, dan 6 jenis mamalia. Yang lebih mencengangkan lagi, kawasan ini memiliki danau paling asam di dunia, sebuah kawah dengan pH mendekati nol yang membahayakan namun memesona.

11. Geopark Raja Ampat

Dijuluki sebagai “The Emerald Karst in the Equator”, Geopark Raja Ampat di Papua Barat Daya memukau dunia dengan gugusan karst yang terletak tepat di garis khatulistiwa. Ekosistem laut dan darat di kawasan ini menjadi habitat bagi ratusan jenis unik, langka, dan terancam punah. Kamu akan menemukan satwa dan tumbuhan endemik yang tak bisa dijumpai di belahan bumi manapun.

12. Geopark Ciletuh

Ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO pada 2018, Geopark Ciletuh di Sukabumi dikelilingi hamparan aluvial dengan bebatuan unik dan pemandangan indah. Tidak hanya perbukitan batu, kawasan ini juga memiliki pantai dengan ombak yang disukai peselancar dunia. Kamu bisa menikmati dua pengalaman berbeda: trekking geologi di siang hari dan berselancar di sore hari.

Kabar Terbaru: Geopark Nasional Bayah Dome

Pada 7 Mei 2025, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan Taman Bumi Nasional Bayah Dome melalui Keputusan Menteri Nomor 173.K/GL.01/MEM.G/2025. Berlokasi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kawasan ini mencakup 32 warisan geologi, 6 keanekaragaman hayati, dan 9 keragaman budaya berwujud yang tersebar di wilayah Lebak.

Keunikan Geopark Bayah Dome terletak pada keterkaitan erat antara warisan geologi dengan kehidupan masyarakat adat Baduy dan Kasepuhan. Kamu bisa belajar langsung bagaimana masyarakat tradisional membaca tanda-tanda alam dan memanfaatkan sumber daya geologi secara bijaksana. Destinasi pendukung seperti Museum Multatuli, Pantai Bagedur, Pantai Pulomanuk, Lereng Cibolang, dan Tirta Lebak Buana melengkapi pengalaman wisata geologi kamu.

Meskipun masih berstatus nasional, penetapan ini menjadi langkah strategis menuju pengakuan UNESCO Global Geopark di masa depan. Pengelolaan kawasan ini dilaksanakan dengan kewajiban pelaporan berkala setiap dua tahun sekali kepada Menteri ESDM melalui Kepala Badan Geologi.

Manfaat Kunjunganmu ke Geopark

Saat kamu memutuskan berwisata ke geopark, banyak manfaat yang kamu peroleh sekaligus kamu berikan. Pertama, kamu mendapatkan pengalaman edukasi langsung tentang proses geologi yang membentuk bumi. Kedua, kamu menikmati keindahan alam yang terjaga kelestariannya. Ketiga, kamu membantu perekonomian masyarakat lokal melalui pembelian produk kerajinan, jasa pemandu wisata, dan akomodasi homestay.

Dari perspektif global, kunjunganmu turut mendukung Indonesia mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Setiap empat tahun sekali, UNESCO mengevaluasi pengelolaan masing-masing geopark. Jika standar internasional tidak terpenuhi, status bergengsi ini dapat dicabut. Keberhasilan mempertahankan predikat tersebut bergantung pada komitmen bersama, termasuk partisipasi aktif wisatawan seperti kamu.

Siap Menjelajahi Keajaiban Geologi Nusantara?

Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu yang suka traveling dan belajar alam! Tandai juga minimal satu geopark dalam rencana perjalananmu tahun ini. Kamu bisa mulai dari yang terdekat dari kota tempat tinggalmu, atau tantang dirimu menjelajahi geopark di pulau yang belum pernah kamu kunjungi. Jangan lupa abadikan momen serumu dan bagikan di media sosial dengan tagar #GeoparkIndonesia #PesonaBumiNusantara.

Dari puncak Rinjani yang menjulang hingga kedalaman gua karst Maros Pangkep, dari biru menyala kawah Ijen hingga dinginnya Danau Toba, Indonesia membuktikan bahwa negeri ini adalah museum geologi terbesar di dunia. Setiap langkahmu di geopark adalah perjalanan melintasi waktu, menyaksikan bagaimana planet yang kita tinggali ini terus bernapas dan bercerita. Jadi, kapan kamu mulai mendengar cerita yang selama ini bumi sampaikan?

Baca juga;

Referensi:

  1. https://kemenpar.go.id/ragam-pariwisata/mendunia-inilah-daftar-geopark-indonesia-yang-resmi-diakui-unesco-tahun-2025
  2. https://geologi.esdm.go.id/media-center/mengenal-unesco-global-geopark-dan-kiprah-indonesia-di-kancah-dunia

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Geopark di Indonesia

1. Apa perbedaan antara geopark nasional dan UNESCO Global Geopark?

Geopark nasional adalah kawasan yang diakui oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM sebagai wilayah dengan warisan geologi bernilai tinggi. Sementara itu, UNESCO Global Geopark adalah status internasional yang diberikan UNESCO setelah melalui proses verifikasi ketat, mencakup standar pengelolaan, konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat lokal. Indonesia memiliki 12 UNESCO Global Geopark dan beberapa geopark nasional seperti Bayah Dome yang sedang mempersiapkan diri menuju pengakuan global.

2. Berapa total geopark di Indonesia saat ini dan di mana saja lokasinya?

Indonesia memiliki 13 geopark yang sudah diakui UNESCO Global Geopark, tersebar dari barat hingga timur: Geopark Batur (Bali), Belitong (Bangka Belitung), Ciletuh (Jawa Barat), Gunung Sewu (Yogyakarta/Jateng/Jatim), Rinjani Lombok (NTB), Kaldera Toba (Sumut), Raja Ampat (Papua Barat), Maros-Pangkep (Sulsel), Merangin (Jambi), Ijen (Jatim), Kebumen (Jateng), dan Meratus (Kalsel). Selain itu terdapat geopark nasional seperti Bayah Dome di Banten yang ditetapkan pada Mei 2025.

3. Apakah wisatawan bisa mengunjungi semua situs geologi dalam satu geopark?

Sebagian besar geopark membuka situs-situs geologi untuk umum, namun tidak semua situs bisa diakses dalam satu kunjungan karena luasnya kawasan dan tingkat kesulitan medan. Setiap geopark biasanya menyediakan paket geowisata dengan durasi 1 hingga 3 hari yang mencakup geosite unggulan. Kamu disarankan berkonsultasi dengan pengelola geopark atau pemandu lokal untuk memilih rute yang sesuai dengan waktu dan kemampuan fisikmu.

4. Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan saat berkunjung ke geopark?

Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas edukatif dan rekreasi seperti trekking geologi menyusuri formasi batuan, mengunjungi museum geopark, berenang di danau kawah, menyelam atau snorkeling di geopark bahari seperti Raja Ampat dan Belitung, menjelajahi gua prasejarah, belajar kerajinan tangan dari masyarakat lokal, mencicipi kuliner khas daerah, serta mengikuti festival budaya yang rutin diselenggarakan di setiap geopark.

5. Bagaimana cara masyarakat lokal mendapatkan manfaat dari keberadaan geopark?

Masyarakat lokal terlibat aktif sebagai pemandu wisata geologi, pengelola homestay, pengrajin suvenir berbasis batuan dan fosil, pelaku usaha kuliner, serta anggota badan pengelola geopark. Pendapatan dari sektor pariwisata geopark juga dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat, beasiswa pendidikan, dan pelestarian tradisi lokal. Dengan kata lain, ketika kamu berwisata ke geopark, uang yang kamu belanjakan langsung mengalir ke masyarakat setempat dan mendorong perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Scroll to Top