Tempat Wisata di Palembang
Tempat wisata di Palembang menawarkan perpaduan sempurna antara nilai sejarah yang mendalam, kekayaan budaya yang autentik, dan pesona alam yang memikat. Kota yang menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini menyimpan ribuan cerita, mulai dari masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya abad ke-7 hingga geliatnya sebagai tuan rumah berbagai event internasional di era modern. Ketika kamu melangkahkan kaki ke Bumi Sriwijaya, kamu tidak hanya akan disuguhi kelezatan kuliner pempek yang mendunia, tetapi juga deretan destinasi menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Tempat Wisata di Palembang
Berikut ini daftar 15+ Tempat Wisata di Palembang yang layak menjadi destinasi wisata mu.
1. Jembatan Ampera
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Palembang tanpa mengabadikan momen di Jembatan Ampera. Ikon kota yang telah menjadi lambang kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini menghubungkan kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan Sungai Musi. Pembangunannya dimulai pada April 1962 dan rampung tahun 1965 dengan biaya yang diambil dari rampasan perang Jepang.
Jembatan sepanjang 1,1 kilometer dengan lebar 22 meter ini memiliki keunikan tersendiri. Pada masa awal pembangunannya, bagian tengah jembatan bisa diangkat untuk memungkinkan kapal-kapal besar melintas. Namun sejak tahun 1970, mekanisme pengangkatan ini sudah tidak difungsikan lagi karena pertimbangan keselamatan.
Waktu terbaik menikmati keindahan Jembatan Ampera adalah sore hingga malam hari. Saat matahari terbenam, langit berwarna jingga menciptakan latar sempurna untuk berfoto. Ketika malam tiba, lampu-lampu berwarna-warni menghiasi jembatan, menciptakan panorama romantis yang memukau. Kamu bisa menikmati pemandangan ini dari tepian Sungai Musi di kawasan BKB atau naik perahu ketek untuk mendapatkan perspektif berbeda . Tiket masuknya gratis, cukup membayar parkir kendaraan Rp5.000 hingga Rp10.000.
2. Sungai Musi dan Wisata Perahu
Sungai Musi bukan sekadar sungai biasa; ia adalah urat nadi kehidupan masyarakat Palembang sejak berabad lalu. Menyusuri sungai terbesar di Sumatera Selatan ini memberikan pengalaman tak terlupakan, terutama dengan naik perahu ketek atau Musi River Cruise .
Di atas perahu, kamu bisa menyaksikan aktivitas warga di sepanjang bantaran, melihat rumah-rumah panggung khas Melayu yang berdiri kokoh di tepian, serta menyaksikan lalu lalang kapal barang dan perahu nelayan. Pemandangan tradisional ini berpadu dengan megahnya Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak yang tampak dari kejauhan.
Untuk pengalaman lebih modern, cobalah night boat ride yang semakin populer di Palembang. Menyusuri sungai di malam hari sambil menikmati kerlap-kerlip lampu kota, gemerlap Jembatan Ampera, dan siluet rumah-rumah panggung menciptakan suasana magis tersendiri. Beberapa penyedia bahkan menawarkan paket dinner romantis di atas perahu, lengkap dengan live music akustik.
3. Pulau Kemaro
Terletak di tengah Sungai Musi, Pulau Kemaro menyimpan kisah legenda cinta yang mengharukan antara Siti Fatimah, putri Raja Sriwijaya, dan Tan Bun An, pangeran dari Kerajaan Tiongkok. Nama “Kemaro” berasal dari kata “kemarau” karena pulau kecil ini tak pernah tenggelam meskipu air Sungai Musi sedang pasang.
Untuk mencapai pulau ini, kamu perlu menyewa perahu dari Dermaga Benteng Kuto Besak atau Dermaga Ampera dengan biaya Rp50.000 hingga Rp250.000 per rombongan, tergantung ukuran perahu dan kesepakatan. Sesampainya di pulau, kamu akan disambut Klenteng Hok Tjing Rio yang telah berdiri ratusan tahun serta Pagoda Menara 9 yang menjulang megah.
Pagoda berlantai sembilan ini menjadi ikon Pulau Kemaro. Dari ketinggian, kamu bisa menikmati panorama Sungai Musi yang membentang luas. Jangan lewatkan juga Situs Makam Siti Fatimah dan Tan Bun An yang menjadi tujuan ziarah, serta Pohon Cinta yang dipercaya sebagai simbol keabadian cinta mereka.
Pulau Kemaro mencapai puncak keramaian saat perayaan Cap Go Meh. Ribuan wisatawan lokal dan mancanegara memadati pulau untuk menyaksikan pertunjukan Barongsai, berziarah, dan menikmati suasana meriah perayaan Imlek.
4. Kampung Kapitan dan Kampung Al-Munawar
Di seberang Sungai Musi, tepatnya di kawasan Seberang Ulu, terdapat Kampung Kapitan, kawasan pemukiman Tionghoa kuno yang telah dihuni sejak abad ke-17. Di sini, kamu bisa menyusuri lorong-lorong sempit di antara rumah-rumah tua bergaya Tionghoa-Palembang yang masih terawat baik. Beberapa bangunan telah berusia ratusan tahun dan sejak 2011 resmi menjadi cagar budaya Kota Palembang.
Untuk menyeberang ke Kampung Kapitan, gunakan perahu ketek dari dermaga di kawasan BKB dengan biaya hanya Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang. Tiket masuk ke kawasan ini pun sangat terjangkau, sekitar Rp5.000. Sembari berkeliling, kamu bisa mencicipi berbagai olahan pempek autentik yang dijual di warung-warung lokal.
Tak jauh dari sana, Kampung Al-Munawar atau Kampung Arab menawarkan pengalaman wisata budaya dan religi yang tak kalah menarik. Perkampungan Arab tertua di Palembang ini menjadi tempat tinggal komunitas Arab sejak berabad lalu. Rumah-rumah klasik bergaya Melayu-Palembang dari kayu ulin yang kokoh berjejer di sepanjang bantaran Sungai Musi. Saat perayaan haul atau Isra Mikraj, kampung ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dengan arak-arakan dan tradisi yang masih lestari.
5. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo
Terletak di pusat kota, bersebelahan dengan Benteng Kuto Besak dan Monpera, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo menjadi destinasi wisata religi utama di Palembang. Masjid terbesar di kota ini memadukan tiga gaya arsitektur: Melayu, Arab, dan Tionghoa, menciptakan harmoni budaya yang indah.
Dari Jembatan Ampera, kamu hanya perlu waktu sekitar lima menit berkendara untuk mencapai masjid ini. Tidak ada tiket masuk, namun pengunjung diimbau menjaga kesopanan berpakaian. Di sekitar masjid, banyak pedagang kaki lima menjajakan makanan khas dan kerupuk Palembang. Jika berkunjung pada hari Jumat, kamu bahkan bisa menemukan gulo puan, makanan langka khas bangsawan Palembang.
6. Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo
Sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, penjelajah Muslim asal Tiongkok, dibangunlah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho di kawasan Jakabaring. Masjid ini memukau pengunjung dengan arsitektur khas Tionghoa-Islam yang unik. Dominasi warna merah, hijau, dan kuning menghiasi bangunan, sementara atapnya berbentuk pagoda khas Tiongkok.
Masjid ini menjadi simbol kuatnya akulturasi budaya antara Palembang dan Tionghoa yang telah berlangsung berabad-abad. Kamu bisa berkunjung tanpa dipungut biaya, cukup menjaga adab dan kesopanan. Selain sebagai tempat ibadah, banyak wisatawan datang untuk berfoto karena bentuk bangunannya yang Instagramable.
7. Taman Wisata Alam Punti Kayu
Ingin melepas penat tanpa harus keluar jauh dari kota? Taman Wisata Alam Punti Kayu adalah jawabannya. Hutan kota seluas 50 hektare ini merupakan ruang terbuka hijau terluas di Palembang dan terletak strategis di KM 7, hanya sekitar 20 menit dari pusat kota.
Pepohonan pinus yang ditanam pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1937 menciptakan suasana asri dan sejuk. Udara segar langsung menyambut begitu kamu menginjakkan kaki di sini . Berbagai aktivitas seru bisa kamu lakukan: bersepeda menyusuri jalan setapak, bermain flying fox, mengunjungi kebun binatang mini, atau sekadar piknik keluarga di bawah rindangnya pohon pinus.
Taman ini juga dilengkapi miniatur tujuh keajaiban dunia, danau kecil untuk bermain perahu, serta wahana outbound yang menantang. Harga tiket masuknya sangat terjangkau, Rp10.000 hingga Rp20.000 per orang . Namun, kamu perlu waspada karena masih banyak monyet berkeliaran di kawasan ini.
8. Bukit Siguntang
Bukit Siguntang menyimpan nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat Palembang, bukit ini diyakini sebagai tempat bertapanya para raja dan bangsawan Kerajaan Sriwijaya. Di puncaknya, terdapat kompleks makam kuno yang sering dikunjungi peziarah.
Dari atas bukit, kamu bisa menikmati panorama Kota Palembang dari ketinggian. Suasana tenang dengan pepohonan rindang menciptakan tempat ideal untuk refleksi dan wisata sejarah. Tiket masuknya hanya Rp3.000 hingga Rp5.000, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 16.00 WIB .
9. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya merupakan situs arkeologi penting yang memperkuat bukti keberadaan pusat kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Di sini, para arkeolog menemukan berbagai puing, prasasti, dan struktur bata kuno yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Sriwijaya.
Yang menarik, di taman ini terdapat kolam dan kanal buatan manusia yang terhubung dengan Sungai Musi. Jaringan kanal ini menjadi bukti kecanggihan teknologi tata air pada masanya. Di tengah kolam, kamu bisa melihat Pulau Nangka dan Pulau Cempaka yang menambah keindahan situs . Tiket masuknya Rp5.000, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 18.00 WIB .
10. Taman Kambang Iwak Besak
Taman Kambang Iwak Besak adalah ruang publik paling populer di Palembang. Nama “Kambang Iwak” berarti kolam ikan dalam bahasa lokal, merujuk pada danau buatan yang menjadi pusat taman. Hamparan hijau, jogging track, dan area bermain anak menjadikan taman ini ideal untuk quality time bersama keluarga.
Di sini, kamu bisa menyewa skuter listrik untuk berkeliling, duduk santai di gazebo, atau memberi makan ikan di kolam. Berbagai komunitas sering mengadakan kegiatan di taman ini, mulai dari musik, sepatu roda, skateboard, hingga teater. Tiket masuknya gratis dan taman buka 24 jam.
11. Taman Celosia Spring Hill dan Kampoeng Wisata Yasaman Cindo
Bagi pencinta spot foto Instagramable, Taman Celosia Spring Hill menawarkan hamparan bunga warna-warni dengan latar replika kincir angin khas Belanda dan miniatur rumah tahan gempa. Tempat ini cocok untuk foto keluarga atau prewedding.
Alternatif lain, Kampoeng Wisata Yasaman Cindo di Kabupaten Banyuasin menghadirkan konsep “kembali ke desa” dengan taman bunga Celosia yang tertata rapi, suasana pedesaan asri, topi petani sebagai hiasan, serta fasilitas taman kelinci dan kolam renang. Dari pusat kota Palembang, kamu perlu menempuh perjalanan sekitar 45 menit.
12. Amanzi Waterpark
Seluas 3,5 hektare, Amanzi Waterpark menawarkan pengalaman wisata air seru untuk seluruh anggota keluarga. Wahana seperti Zimba, Cora Pool, River Nile, dan The Cyclone siap memacu adrenalin. Untuk anak-anak, tersedia area bermain khusus yang aman dan menyenangkan.
Harga tiket masuknya Rp50.000 pada hari biasa dan Rp100.000 di akhir pekan. Akhir pekan dan musim liburan menjadi waktu tersibuk, jadi datanglah lebih awal jika ingin menghindari antrean.
13. Palembang Icon Mall dan Transmart Palembang
Jika ingin berbelanja atau mencari hiburan modern, Palembang Icon Mall menyediakan berbagai brand internasional, restoran mewah, bioskop, dan sering menjadi lokasi event-event seru. Transmart Palembang juga menawarkan pengalaman belanja sekaligus hiburan keluarga dengan area bermain anak dan bioskop.
14. Jakabaring Sport City: Olahraga dan Rekreasi
Kawasan Jakabaring Sport City (JSC) yang megah, dibangun untuk SEA Games 2011, kini menjadi destinasi wisata olahraga dan rekreasi. Selain venue-venue bertaraf internasional, terdapat Danau Jakabaring buatan yang digunakan untuk olahraga air seperti jet ski dan kano. Area hijau dengan jalur sepeda dan jogging track, serta gazebo untuk piknik keluarga, menjadikan JSC pilihan tepat untuk menghabiskan akhir pekan.
15. Pasar 16 Ilir dan Pasar Kuto
Pasar 16 Ilir adalah pusat oleh-oleh dan kuliner khas Palembang. Di sini, kamu bisa berburu pempek, kain songket, kerajinan lokal, dan berbagai camilan khas. Suasana pasar tradisional yang ramai akan menambah pengalaman wisata belanjamu.
Pasar Kuto menjadi destinasi street food malam favorit. Kamu bisa mencicipi pempek lenggang bakar dengan cita rasa smoky, tekwan hangat dengan bakso ikan kecil, atau model ikan dan kerupuk kuah yang gurih. Harganya sangat terjangkau, dengan seporsi pempek mulai Rp10.000 dan tekwan Rp12.000.
16. Rakit Pemancingan Suhu
Inovasi wisata muncul di Kertapati dengan hadirnya Rakit Pemancingan Suhu. Terletak di bantaran Sungai Ogan, tempat ini menawarkan pengalaman memancing di atas rakit berukuran besar. Empat unit rakit tersedia, dengan satu rakit berukuran 15 x 10 meter mampu menampung lebih dari 100 orang.
Keunikannya, setelah mendapatkan ikan, kamu bisa langsung memanggangnya di lokasi. Biaya masuknya hanya Rp10.000 untuk pemancing, sementara yang tidak memancing gratis. Suasana asri dengan goyangan ombak kecil menambah sensasi relaksasi. Tempat ini buka 24 jam dan telah diresmikan sebagai bagian dari Kampung Kreatif Kota Palembang.
Tips Berwisata di Palembang
Agar liburanmu semakin nyaman, perhatikan beberapa tips berikut:
- Manfaatkan transportasi umum seperti LRT dengan tarif Rp5.000–Rp10.000, atau Transmusi dan Feeder yang gratis beroperasi pukul 05.00–21.00 WIB . Untuk mobilitas lebih tinggi, sewa skuter listrik mulai Rp25.000 per jam di sekitar BKB.
- Musim kemarau (Mei–September) paling nyaman untuk menjelajahi destinasi outdoor. Kunjungi objek wisata pada pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari.
- Jangan pulang tanpa mencicipi pempek, tekwan, model, lenggang, dan pindang patin.
- Kain songket Palembang, pempek beku, dan aneka kerupuk khas menjadi buah tangan yang sempurna.
- Saat mengunjungi tempat ibadah atau kawasan adat, jaga kesopanan berpakaian dan perilaku.
Palembang menjelma sebagai destinasi wisata lengkap yang memadukan pesona sejarah, keragaman budaya, keindahan alam, dan kemajuan modern. Dari Megahnya Benteng Kuto Besak yang menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan, romantisme legenda di Pulau Kemaro, hingga inovasi wisata kekinian seperti Rakit Pemancingan Suhu, kota di tepian Sungai Musi ini tak pernah kehabisan daya tarik.
Setiap sudutnya menyimpan cerita, setiap sungainya mengalirkan sejarah, dan setiap kulinernya menggoda selera. Tempat wisata di Palembang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga pengalaman mendalam tentang akulturasi budaya Melayu, Tionghoa, dan Arab yang hidup harmonis selama berabad-abad.
Bagikan artikel Tempat Wisata di Palembang ini kepada teman atau keluargamu agar mereka juga terinspirasi menjelajahi pesona Palembang. Karena Palembang bukan sekadar kota yang dilewati waktu, ia adalah tempat di mana masa lalu berbisik, masa kini tersenyum, dan masa depan menanti untuk dijelajahi. (Alliya)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi tempat wisata di Palembang?
Waktu terbaik mengunjungi Palembang adalah pada musim kemarau antara Mei hingga September. Cuaca cerah memudahkan kamu menjelajahi destinasi outdoor seperti Pulau Kemaro, Bukit Siguntang, atau Taman Wisata Alam Punti Kayu. Untuk menghindari keramaian, datanglah pada hari kerja. Jika ingin menikmati suasana kota, sore hingga malam hari menjadi pilihan tepat, terutama untuk menikmati keindahan Jembatan Ampera yang dihiasi lampu warna-warni.
2. Berapa biaya yang harus disiapkan untuk berwisata di Palembang?
Palembang menawarkan wisata yang ramah di kantong. Sebagian besar destinasi seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Taman Kambang Iwak, dan Masjid Agung tidak memungut tiket masuk. Destinasi berbayar seperti Museum Sultan Mahmud Badaruddin II mematok tarif Rp5.000, Museum Balaputra Dewa sekitar Rp5.000–Rp10.000, dan Taman Wisata Alam Punti Kayu Rp10.000–Rp20.000. Untuk transportasi, LRT hanya Rp5.000–Rp10.000, sementara sewa perahu ke Pulau Kemaro berkisar Rp150.000–Rp250.000 per rombongan.
3. Apa saja oleh-oleh khas yang wajib dibeli dari Palembang?
Kain songket Palembang menjadi oleh-oleh paling prestisius dengan keindahan motif dan kualitasnya. Untuk kuliner, kamu bisa membawa pulang pempek beku, aneka kerupuk khas, tekwan kering, dan kopi asli Sumatera Selatan. Pasar 16 Ilir menjadi tempat terbaik untuk berburu oleh-oleh dengan harga bersaing.
4. Bagaimana cara menuju Pulau Kemaro?
Untuk mencapai Pulau Kemaro, kamu harus menyeberang menggunakan perahu dari Dermaga Benteng Kuto Besak atau Dermaga Ampera. Biaya sewa perahu berkisar Rp150.000–Rp250.000 per rombongan untuk perjalanan pulang-pergi. Perjalanan menyeberang memakan waktu sekitar 15–20 menit. Tidak ada tiket masuk ke pulau, namun kamu perlu menyiapkan uang untuk sumbangan sukarela atau parkir perahu.
5. Apa destinasi wisata sejarah terbaik di Palembang?
Palembang memiliki banyak destinasi sejarah unggulan. Benteng Kuto Besak menawarkan pengalaman menjelajahi pusat Kesultanan Palembang abad ke-18. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menyimpan ribuan koleksi peninggalan Kesultanan dan kolonial. Museum Balaputra Dewa memamerkan artefak dari masa Sriwijaya hingga modern. Monpera mengisahkan perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan. Taman Purbakala Sriwijaya menjadi situs arkeologi yang membuktikan kejayaan kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.

