Air Terjun di Lahat
Kabupaten Lahat menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, dan salah satu primadona utamanya adalah wisata air terjun di Lahat. Daerah yang dijuluki sebagai Negeri Seribu Air Terjun atau Bumi Seribu Curup ini menawarkan pengalaman menjelajahi puluhan bahkan ratusan titik air terjun yang tersebar di berbagai pelosok. Keindahan alamnya disebut-sebut tidak kalah asri dengan destinasi populer seperti Bukit Besak dan Bukit Serelo. Masyarakat setempat lebih akrab menyebut air terjun dengan istilah curup atau cuhup, sehingga ketika kamu mendengar nama Curup Panjang atau Curup Maung, itu merujuk pada keindahan air terjun yang eksotis.
Air Terjun di Lahat
Setiap destinasi curup memiliki karakteristik unik, mulai dari ketinggian yang mencapai 90 meter, bentuk tirai air yang lebar, hingga kolam alami yang jernih. Pesona alam ini semakin terasa karena lokasinya yang masih tersembunyi di balik rimbunnya perkebunan kopi dan hutan tropis. Beberapa curup bahkan menyimpan mitos menarik, seperti tempat pemandian bidadari yang membuat perjalananmu semakin sarat akan cerita rakyat. Kamu akan menemukan bahwa menjelajahi curup-curup di Lahat tidak hanya menyegarkan mata, tetapi juga menantang adrenalin karena medan yang terjal dan alami. Berikut daftar air terjun di lahat Sumatera Selatan:
1. Curup Maung
Curup Maung menjadi salah satu destinasi yang paling megah di kawasan ini. Terletak di Desa Rindu Hati atau Padang Muara Dua, Kecamatan Gumay Ulu, air terjun ini menyuguhkan pemandangan dinding air yang sangat lebar. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, Curup Maung tidak mengumpulkan alirannya dalam satu titik jatuh, melainkan menyebar dari sela-sela tebing hijau sepanjang 80 meter. Keunikan ini menciptakan efek tirai air yang eksotis dan megah. Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian berpadu dengan kicauan burung hutan, menciptakan simfoni alam yang menenangkan. Perjalanan menuju lokasi menempuh jarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Lahat, dengan medan yang cukup menantang sehingga keasrian tempat ini tetap terjaga.
2. Curup Panjang
Curup Panjang menawarkan sensasi berbeda. Berlokasi di Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang, nama “Panjang” merujuk pada aliran airnya yang lurus ke bawah tanpa terputus. Ketinggian air terjun ini mencapai 50 hingga 60 meter, dan posisinya terhimpit di antara dua tebing batu raksasa. Tebing-tebing tersebut sering ditumbuhi lumut dan pakis purba, memberikan kesan seolah kamu sedang berada di zaman prasejarah. Dari pusat kota, perjalanan memakan waktu sekitar 30 hingga 60 menit, dan kamu perlu menuruni kawasan hutan dengan jalur terjal. Biaya masuknya sangat terjangkau, hanya sekitar tiga ribu rupiah per orang. Suasana asri dengan pepohonan tinggi di sekitarnya membuat Curup Panjang cocok untuk liburan keluarga.
3. Curup Gunung Nyawe
Curup Gunung Nyawe menyimpan keindahan geologis yang langka. Berada di Desa Talang Sejemput, Kecamatan Pulau Pinang, air terjun setinggi 90 meter ini memiliki dinding tebing atau napal yang berwarna kekuningan dengan pola berlapis-lapis. Nama “Nyawe” yang berarti “nyawa” menunjukkan betapa pentingnya aliran air ini bagi ekosistem sekitarnya. Kamu akan menemukan spot foto yang sangat menarik dan instagramable di sini. Kejernihan airnya mengundang banyak pengunjung untuk berenang di pinggiran kolam alami. Untuk mencapai lokasi, kamu harus berjalan kaki membelah perkebunan kopi warga, tetapi rasa lelah akan hilang saat butiran uap air menyentuh wajahmu dari kejauhan.
4. Curup Bidadari
Curup Bidadari menyimpan cerita rakyat yang menarik. Masyarakat setempat percaya bahwa tempat ini menjadi lokasi pemandian para bidadari pada masa lampau. Berlokasi di Jalan Letnan Alamsyah, Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, nama bidadari disematkan untuk menghormati mitos tersebut. Terlepas dari cerita yang beredar, curup ini memberikan keindahan alam dengan aliran air yang muncul dari sela-sela dinding batu. Kehadiran tumbuhan hijau yang menempel pada tebing semakin menambah keasrian suasana. Ketinggiannya mencapai sekitar 30 meter dengan tebing yang memiliki tujuh puncak, menjadikannya latar foto yang dramatis.
5. Air Terjun Tangga Manik
Air Terjun Tangga Manik atau yang dikenal juga sebagai green water memiliki bentuk paling unik. Terletak di Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat, air terjun ini bertingkat menyerupai susunan anak tangga dengan tinggi sekitar 2 meter per tingkat. Walaupun ketinggiannya rendah, intensitas air yang muncul dari bendungan cukup deras. Kamu bisa menaiki undakan batu tersebut dan merasakan pijatan alami dari derasnya air yang jatuh. Ketenaran tempat wisata ini meledak sejak tahun 2017. Terdapat larangan khusus yang harus kamu patuhi saat berkunjung, yaitu tidak boleh mengambil apapun yang ada di lokasi, entah itu batu atau akar pohon, karena masyarakat setempat meyakininya sebagai kawasan yang dikeramatkan.
6. Curup Buluh atau Air Terjun 7 Tingkat
Curup Buluh atau Air Terjun 7 Tingkat menyajikan formasi batuan yang sangat simetris. Berlokasi di Desa Lubuk Selo, Kecamatan Gumay Ulu, air terjun ini memiliki ketinggian total 40 meter yang berbentuk seperti undakan sebanyak tujuh tingkat. Masyarakat Lahat menyebut bambu dengan nama buluh, dan karena di sekitar lokasi tumbuh banyak pohon bambu, maka curup ini dinamai Curup Buluh. Untuk sampai ke lokasi, kamu harus menuruni bukit melalui anak tangga yang terbuat dari bambu. Air yang mengalir di atas bebatuan bertingkat terlihat seperti lembaran kain putih yang halus. Suasana di sekitar curup ini sangat tenang, adem, dan hening. Karena jarang tersedia pedagang jajanan, sebaiknya kamu membawa bekal makanan dan minuman sendiri.
7. Curup Perigi
Curup Perigi menjadi destinasi bagi kamu yang ingin merasakan sensasi mandi di kolam alami yang jernih. Lokasinya tersembunyi di sela-sela perkebunan kopi, Kecamatan Pulau Pinang. Air terjun ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 10 hingga 15 meter, tetapi daya tarik utamanya terletak pada kolam alami di bawahnya. Airnya sangat jernih dan dingin, langsung berasal dari mata air pegunungan. Kolam tersebut cukup dangkal dan tenang, sehingga sangat aman untuk berenang. Keunikan lainnya adalah bebatuan di sekitar sungai yang berbentuk bulat dan licin, hasil pengikisan alami selama ratusan tahun. Perjalanan menuju Curup Perigi bisa melalui Desa Lubuk Sepang dengan melewati jembatan gantung, kemudian menyusuri hutan dan kebun kopi milik warga.
8. Curup Haman
Curup Haman menyuguhkan pemandangan yang tidak biasa. Masyarakat menyebut tempat ini sebagai lokasi mandinya para bidadari karena bentuk pancuran airnya yang unik. Terdapat pancuran lebih dari satu yang saling bersebelahan membentuk setengah lingkaran, dan pancuran tersebut hanya dipisahkan oleh bebatuan besar yang berjejer rapi. Ketinggian curup ini cukup terjangkau sehingga kamu bisa duduk di atas batu-batu yang berjejer tersebut. Lokasinya berada di Desa Simpur, Kecamatan Gumay Ulu. Sensasi duduk di antara pancuran air yang jatuh dari berbagai sisi memberikan pengalaman mandi alam yang tidak akan kamu lupakan.
9. Curup Gumei dan Curup Bale
Curup Gumei dan Curup Bale menjadi dua destinasi tersembunyi lainnya yang masih jarang dijamah wisatawan. Air Terjun Gumei atau biasa disebut Curup Gumei terletak di wilayah pedalaman Lahat dengan aliran air yang terbagi menjadi beberapa cabang kecil jatuh ke kolam berwarna hijau toska. Ukurannya mungkin tidak sebesar Curup Maung, tetapi kejernihan airnya yang berwarna kehijauan dan rimbunnya pepohonan menjadikan tempat ini sempurna untuk meditasi alam. Kamu yang beruntung bisa melihat fauna lokal seperti monyet ekor panjang atau berbagai jenis kupu-kupu langka. Sementara Curup Bale berada di Desa Karang Endah, Kecamatan Kota Agung, hanya memerlukan 30 menit perjalanan dari pusat kota. Keunikan Curup Bale terletak pada aliran airnya yang jatuh melebar menyerupai tirai atau “bale” yang berarti balai. Tebing batunya yang landai dan bertingkat membuat air mengalir dengan irama yang menenangkan, dan area bebatuan yang luas di sekitar kolam utama sangat cocok untuk bersantai.
Tips Menjelajahi Air Terjun di Lahat
Sebelum kamu memulai petualangan menjelajahi curup-curup di Lahat, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan. Sebagian besar lokasi air terjun berada di kawasan hutan dan perkebunan kopi dengan medan yang cukup menantang. Kamu akan melewati jalan setapak yang terjal, licin, dan seringkali menurun tajam. Oleh karena itu, gunakan sepatu yang nyaman dengan cengkeraman yang baik, seperti sepatu gunung atau sepatu olahraga dengan sol karet tebal. Bawalah pakaian ganti karena kemungkinan besar kamu akan basah setelah bermain air atau berkeringat setelah trekking.
Waktu terbaik untuk mengunjungi curug-curug di Lahat adalah pada musim kemarau, sekitar bulan April hingga Oktober. Pada musim ini, akses jalan menuju lokasi tidak berlumpur dan aliran air cenderung lebih jernih. Jika kamu datang pada musim hujan, beberapa jalur bisa menjadi sangat licin dan berbahaya, bahkan aliran air bisa menjadi terlalu deras untuk berenang. Jangan lupa membawa bekal makanan dan air minum yang cukup karena di lokasi-lokasi tersembunyi jarang tersedia pedagang. Kamu juga disarankan membawa perlengkapan seperti kamera bawah air atau kantong plastik kedap air untuk melindungi barang elektronik.
Keasrian alam yang masih sangat terjaga menjadi nilai tambah sekaligus tanggung jawab bagi setiap pengunjung. Patuhi aturan lokal seperti larangan mengambil batu atau akar pohon di beberapa tempat. Jangan meninggalkan sampah sembarangan dan usahakan untuk membawa kembali sampahmu ke kota. Dengan menjaga kelestarian alam, keindahan air terjun di Lahat akan tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Penutup
Kabupaten Lahat tidak pernah habis menawarkan pesona alam yang memukau. Dari Curup Maung yang megah dengan tirai air lebarnya, Curup Panjang yang menjulur lurus di antara tebing raksasa, hingga Curup Perigi yang menawarkan kolam renang alami yang jernih, setiap destinasi menyimpan kejutan tersendiri. Julukan “Negeri Seribu Air Terjun” benar-benar layak disematkan pada daerah ini. Meskipun beberapa curup seperti Curup Buluh sudah mulai dikenal, masih banyak titik-titik air terjun yang jarang dijamah pengunjung, menanti kepedulianmu untuk datang dan menikmatinya.
Bagikan artikel ini kepada teman-temanmu yang rindu akan petualangan alam yang autentik, karena keindahan sejati akan terasa lebih bermakna ketika dinikmati bersama.
Baca juga:
- Pesona Eksotis Danau di PagarAlam, Surga di Bumi Besemah
- Rekomendasi 10 Air Terjun di Pagaralam
- Menelusuri Pesona Bahari, Eksplorasi 10 Pantai di Bengkulu
(FAQ) Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Air Terjun di Lahat
1. Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun di Lahat?
Waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun di Lahat adalah pada musim kemarau antara bulan April hingga Oktober. Pada periode ini, akses jalan menuju lokasi tidak berlumpur dan licin, aliran air lebih jernih, serta debit air tidak terlalu deras sehingga aman untuk berenang di kolam alami.
2. Berapa biaya masuk untuk menikmati curup-curup di Lahat?
Biaya masuk ke berbagai air terjun di Lahat sangat terjangkau, berkisar antara tiga ribu hingga sepuluh ribu rupiah per orang. Beberapa lokasi seperti Curup Maung hanya membebankan biaya parkir sekitar lima belas ribu rupiah untuk kendaraan, tanpa tiket masuk.
3. Apakah semua air terjun di Lahat aman untuk berenang?
Tidak semua air terjun di Lahat aman untuk berenang. Curup dengan kolam dangkal dan tenang seperti Curup Perigi dan Curup Gunung Nyawe relatif aman. Namun, curup dengan ketinggian di atas 50 meter seperti Curup Maung dan Curup Panjang memiliki pusaran air yang kuat di bagian bawah, sehingga berenang tidak disarankan.
4. Bagaimana cara menuju ke air terjun tersembunyi di Lahat?
Untuk mencapai air terjun tersembunyi di Lahat, kamu perlu menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa motor dari pusat Kota Lahat menuju desa-desa seperti Tanjung Sirih, Talang Sejemput, atau Rindu Hati. Dari desa tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan trekking kaki menyusuri perkebunan kopi dan hutan selama 15 hingga 45 menit.
5. Apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum berkunjung ke air terjun di Lahat?
Persiapan yang perlu dilakukan meliputi penggunaan sepatu gunung atau sepatu olahraga dengan sol karet tebal, membawa pakaian ganti, bekal makanan dan air minum, perlengkapan pelindung barang elektronik seperti kantong plastik kedap air, serta kamera untuk mengabadikan momen. Jangan lupa membawa uang tunai secukupnya karena tidak tersedia ATM di lokasi.







