Menikmati Kaya Rasa 35+ Makanan Khas Palembang, dari Pempek hingga Godo-Godo

Makanan Khas Palembang

Makanan Khas Palembang

Makanan khas Palembang berhasil mencuri perhatian pencinta kuliner tanah air, sejajar dengan popularitas masakan Padang dan Medan. Sebagai ibu kota Sumatera Selatan, kota yang dilintasi Sungai Musi ini menawarkan perpaduan cita rasa unik dari berbagai pengaruh budaya, mulai dari Melayu, Arab, hingga Tionghoa. Kamu akan menemukan harmoni rasa asam, pedas, gurih, dan manis dalam setiap suapan. Perjalanan kuliner kali ini mengajak kamu mengenal lebih dekat hidangan-hidangan legendaris yang membuat Palembang begitu istimewa di lidah.

Pesona Kuliner Palembang yang Mendunia

Ketika berbicara tentang kekayaan gastronomi Sumatra, wisatawan sering melirik Padang dengan rendang dan Medan dengan duriannya. Namun Palembang memiliki daya pikat tersendiri melalui olahan ikan sungai dan rempah yang khas. Masakan tradisional Palembang menggunakan bahan dasar ikan tenggiri, gabus, atau patin yang diolah menjadi berbagai tekstur menggoda. Kamu juga akan merasakan sentuhan fermentasi durian yang disebut tempoyak, memberikan dimensi rasa baru yang sulit dilupakan.

Keunikan Cita Rasa yang Membedakan

Berbeda dari masakan daerah lain, hidangan khas Sumatra Selatan memiliki karakteristik rasa tebal atau medok berkat penggunaan banyak bumbu. Wilayah Palembang yang dikelilingi aliran sungai membuat olahan ikan air tawar menjadi primadona. Kamu akan sering menjumpai ikan gabus, ikan baung, dan ikan patin dalam berbagai sajian. Perpaduan rasa kecut segar, gurih, dan manis terlihat jelas pada pindang dan pempek yang memiliki banyak elemen rasa kompleks. Selain itu, pengaruh kuliner Melayu dan Arab juga terasa kuat pada hidangan seperti ragit dengan kuah kari, martabak, malbi, laksan, dan nasi minyak.

Deretan Kuliner Legendaris Makanan Khas Palembang yang Wajib Kamu Cicipi

Setiap sudut kota Palembang menawarkan pengalaman bersantap yang tak terlupakan. Kuliner khas Palembang tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga menyimpan cerita budaya turun-temurun. Mari jelajahi satu per satu sajian yang bakal memenangkan hati kamu.

1. Pempek

Pempek Palembang menjadi duta kuliner yang paling dikenal luas. Kamu akan menemukan berbagai varian seperti pempek kapal selam, lenjer, kulit, dan adaan. Olahan fish cake ini biasanya menggunakan ikan belida, ikan gabus, atau ikan tenggiri. Kedua jenis ikan sungai tersebut memang tidak selalu mudah didapat, sehingga banyak pedagang menggantinya dengan tenggiri. Ciri khas pempek terletak pada saus cuko yang menemani setiap gigitan. Saus asam pedas manis dari campuran cuka dan gula aren Palembang memberikan sensasi segar yang khas. Kamu wajib memastikan cuko menggunakan gula aren asli Palembang untuk mendapatkan rasa autentik.

2. Tekwan

Bagi kamu yang menyukai hidangan berkuah ringan, tekwan Palembang menjadi pilihan tepat. Sup bening dengan aroma udang yang harur menyajikan isian adonan pempek kecil berbentuk bulat, bihun, jamur kuping, dan irisan bengkuang. Kuahnya yang ringan dan menyegarkan membuat tekwan cocok kamu nikmati sebagai makanan pembuka atau saat cuaca panas. Perpaduan tekstur kenyal dari pentol ikan dan renyah bengkuang menciptakan pengalaman bersantap yang unik.

3. Celimpungan

Celimpungan menghadirkan variasi lain dari olahan ikan. Berbeda dari pempek yang disajikan kering dengan cuko, celimpungan menyajikan potongan adonan ikan dalam kuah santan kuning yang kental. Kamu akan merasakan gurihnya santan berempah yang meresap sempurna. Masyarakat Palembang biasa menyajikan celimpungan saat acara khusus dan perayaan. Rasanya yang lezat dan mengenyangkan membuat hidangan ini layak kamu coba.

4. Brengkes Patin

Brengkes patin Palembang mengolah ikan patin dengan bumbu rempah pilihan, kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus. Proses pengukusan membuat daging ikan tetap lembut dan menyerap bumbu secara sempurna. Kamu akan menikmati rasa pedas dan gurih yang meresap hingga ke serat daging. Pecinta makanan laut pasti jatuh cinta pada hidangan populer ini. Penyajiannya yang masih terbungkus daun pisang juga menambah aroma menggugah selera.

5. Tempoyak

Bagi kamu yang berani mencoba rasa ekstrem, tempoyak Palembang menawarkan pengalaman kuliner tak terlupakan. Tempoyak adalah durian yang difermentasi dan digunakan sebagai bumbu berbagai hidangan. Masyarakat Palembang biasa memasak tempoyak dengan ikan atau menggunakannya sebagai sambal. Rasa asam dan aroma khas durian yang kuat membuat hidangan dengan tempoyak sangat unik dan menggugah selera pencinta kuliner ekstrem.

6. Mie Celor

Mie celor Palembang menjadi pilihan populer untuk sarapan atau makan siang. Kamu akan menikmati mie tebal yang disajikan dengan kuah santan kental, tauge, telur rebus, dan udang. Kuahnya yang creamy dan kaya rasa memberikan sensasi memuaskan di setiap suapan. Banyak wisatawan sengaja datang ke Palembang hanya untuk mencicipi mie celor autentik yang sulit ditemukan di daerah lain.

7. Martabak Har

Martabak har Palembang berbeda dari martabak manis atau martabak telur biasa. Kamu akan menemukan martabak berisi telur dan daging cincang yang disajikan dengan kuah kari kental. Kuah kari yang kaya rempah memberikan cita rasa khas dan lezat. Hidangan ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kuliner Arab di Palembang. Nikmati martabak har selagi hangat dengan kuah kari yang melimpah.

8. Gangan

Gangan Palembang merupakan hidangan sayur asem yang menggunakan ikan atau udang sebagai bahan utama. Kamu akan menikmati kuah segar sedikit asam dengan potongan sayuran seperti labu siam dan kacang panjang. Hidangan ini sangat cocok dinikmati saat cuaca panas karena kesegarannya mampu mengembalikan nafsu makan.

9. Rujak Mie

Selain pindang ikan dan pempek, rujak mie Palembang menjadi kuliner populer yang biasa dinikmati sebagai kudapan. Kamu akan menemukan pempek dengan kuah cuko khas, namun ditambah isian lebih beragam. Mie kuning, suun, timun, tahu, dan taburan ebi bubuk melengkapi racikan ini. Rasa pedas manis yang mirip rujak dengan sentuhan khas Palembang menciptakan sensasi kuliner tak kalah populer dari pempek.

10. Laksan

Laksan Palembang menghadirkan kemiripan dengan pempek, tetapi disiram kuah santan gurih berwarna kekuningan. Potongan laksan dari adonan ikan dan sagu terasa lembut dan kaya rempah. Kamu akan merasakan perbedaan tekstur dan rasa yang membuat laksan digemari banyak orang. Hidangan ini menunjukkan kreativitas masyarakat Palembang dalam mengolah ikan.

11. Pindang Patin

Pindang patin Palembang menjadi ikon kuliner yang wajib kamu coba. Sop ikan patin asam pedas ini memiliki keunikan pada potongan buah nanas yang membuat rasanya makin istimewa. Bagi kamu yang belum berpengalaman mengolah patin, pastikan membersihkan ikan dengan benar agar tidak berlendir. Gunakan lumuran jeruk nipis untuk menyegarkan ikan. Hindari memasak terlalu lama supaya daging patin tidak mudah hancur. Tambahan penyedap rasa ayam akan memberi cita rasa sedap dan gurih pada kuah.

12. Pindang Tulang dan Pindang Daging

Selain ikan, Palembang juga memiliki pindang berbahan daging sapi. Pindang tulang menyajikan daging tulang sapi dengan kuah asam pedas yang kaya rempah. Pindang daging hadir dalam potongan daging sapi tanpa tulang dengan cita rasa tak kalah segar dan gurih. Kamu akan merasakan hangatnya kuah yang mampu menghangatkan tubuh saat cuaca dingin.

13. Ragit

Ragit Palembang atau roti jala versi Palembang yang disajikan dengan kuah kari juga tidak boleh terlewatkan. Meski tak sepopuler pempek atau mie celor, ragit kerap disajikan sebagai menu sarapan di restoran hotel. Kamu akan menikmati tekstur roti jala yang lembut dipadukan kuah kari gurih. Agar sajian kari daging makin sedap, tambahkan bubuk perasa sapi untuk memberi cita rasa gurih berkualitas.

14. Malbi

Malbi Palembang merupakan semur daging khas yang biasa dibuat dari daging sapi, daging kambing, atau jeroan. Kamu akan menemukan kuah hitam menggugah selera berkat penggunaan kecap manis berkualitas. Proses karamelisasi kecap memberi tampilan mengilap dan menarik pada hidangan. Malbi sering disajikan dalam acara hajatan dan perayaan keluarga.

15. Nasi Minyak

Nasi minyak Palembang mendapat pengaruh dari pedagang Arab dengan cita rasa rempah yang cenderung ringan, tidak sekuat nasi briani. Kamu perlu tahu bahwa dulunya nasi minyak dikenal sebagai makanan para bangsawan dan disajikan di perayaan keagamaan Islam seperti Idul Fitri dan bulan Ramadan. Nasi dimasak bersama minyak samin, bawang bombay, bawang merah, bawang putih, dengan rempah seperti jintan, cengkih, pala, dan lainnya. Tambahan kaldu memperkaya rasa. Kamu dapat menghadirkan menu nasi berempah sebagai makanan khas Palembang untuk menyambut buka puasa, Idul Adha, atau Idul Fitri.

16. Ayam Kecap Rawit

Ayam kecap rawit Palembang berbeda dari ayam kecap kebanyakan. Kamu akan menemukan tambahan kacang tanah sangrai dan cabai rawit ke dalam sausnya. Masakan ayam goreng ini menjadi salah satu sajian wajib pada acara hajatan orang Palembang. Kamu bisa menyajikan dua versi rasa pedas, yaitu pedas dan super pedas. Selimuti daging ayam goreng dengan kecap manis berkualitas. Hindari menggoreng potongan daging ayam terlalu lama agar teksturnya tidak keras atau alot.

17. Ayam Bumbu Anam

Ayam bumbu anam Palembang merupakan masakan daging ayam kuah santan yang wajib hadir di Hari Raya seperti Lebaran dan Idul Adha. Kamu akan melihat warna kuah kuning dengan cita rasa rempah tebal. Hidangan ini mirip opor ayam dengan rasa kencur yang menonjol. Sajikan ayam bumbu anam dengan lontong atau ketupat untuk pengalaman bersantap yang sempurna.

18. Kemplang

Kemplang menjadi oleh-oleh wajib yang kamu bawa pulang dari Palembang. Kerupuk khas ini terbuat dari ikan dan sagu, digoreng hingga renyah. Kamu bisa menikmatinya langsung atau dengan sambal khas yang pedas manis. Varian kemplang panggang juga tersedia bagi kamu yang menginginkan tekstur lebih ringan dengan aroma ikan yang kuat.

19. Sambal Lingkung

Sambal lingkung sebenarnya bukan sambal basah, melainkan abon khas Palembang dari ikan, kelapa parut, dan bumbu rempah. Kamu bisa menjadikannya lauk pendamping nasi atau taburan untuk berbagai hidangan. Rasanya gurih dengan tekstur kering yang renyah.

20. Otak-Otak

Otak-otak khas Palembang menggunakan ikan tenggiri sebagai bahan utama. Adonan ikan dibungkus daun pisang lalu dipanggang. Kamu bisa menikmatinya dengan cuko atau saus kacang. Teksturnya lembut dan aromanya harum.

21. Ayam Kecap Palembang

Ayam kecap khas Palembang memiliki rasa manis gurih dengan bumbu rempah seperti kayu manis dan cengkeh. Kamu akan mencium aroma harum yang menggugah selera sejak pertama kali hidangan ini disajikan.

22. Sambal Udang Petai dan Sambal Tempoyak Udang

Dua hidangan sambal berbahan udang ini menawarkan sensasi pedas yang berbeda. Sambal udang petai menggabungkan udang segar dan petai dengan sambal pedas. Sementara sambal tempoyak udang menambahkan fermentasi durian ke dalam campuran, memberikan rasa asam pedas yang unik.

23. Ikan Salai

Ikan salai adalah ikan yang diasapi hingga kering. Kamu bisa mengolahnya dengan sambal atau menjadikannya bahan dasar pindang. Aroma smokey yang khas membuat hidangan ini berbeda dari olahan ikan lainnya.

24. Celotah Udang

Celotah udang menggunakan udang kecil sebagai bahan utama, dimasak dengan bumbu kuning dan santan. Rasanya gurih dan pedas. Kamu akan menikmati setiap sendoknya dengan nasi hangat.

25. Sayur Keladi

Sayur keladi menggunakan batang keladi atau talas sebagai bahan utama. Dimasak dengan santan dan bumbu pedas, kamu akan merasakan rasa gurih dengan sedikit sensasi gatal khas keladi yang justru menambah kenikmatan.

26. Kue Maksuba dan Kue Delapan Jam

Setelah puas dengan gurihnya hidangan utama, saatnya kamu mencicipi kue tradisional Palembang. Kue maksuba adalah kue lapis legit berbahan dasar telur bebek dan susu kental manis. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang legit, sering disajikan saat acara spesial seperti pernikahan atau hari raya. Sementara itu, kue delapan jam mendapatkan namanya dari waktu pembuatannya yang mencapai delapan jam. Kamu akan merasakan tekstur lebih padat dibanding kue maksuba dengan rasa manis yang kuat.

27. Kojo

Kue kojo berwarna hijau alami dari campuran pandan. Kamu akan merasakan tekstur kenyal dengan rasa manis gurih berkat santan dan telur. Kue tradisional ini sering dijumpai di pasar-pasar tradisional Palembang.

28. Engkak Ketan

Engkak ketan berbahan dasar ketan, santan, telur, dan gula. Teksturnya legit dan berlapis-lapis. Kamu akan menikmati setiap lapisan yang lembut dengan rasa manis yang pas. Kue ini populer disajikan saat acara adat dan hajatan.

29. Rengginang Palembang

Rengginang Palembang berbeda dari rengginang biasa. Kamu akan menemukan rasa renyah dengan sentuhan gurih dan sedikit manis. Berbahan dasar nasi ketan yang dikeringkan lalu digoreng, camilan ini cocok untuk menemani waktu santai kamu.

30. Kerupuk Ikan Tenggiri

Kerupuk ikan tenggiri menjadi oleh-oleh khas Palembang yang paling praktis kamu bawa pulang. Dibuat dari ikan tenggiri, kerupuk ini memiliki rasa ikan yang khas dengan tekstur renyah. Kamu bisa menikmatinya langsung atau sebagai pelengkap hidangan.

31. Kue Srikayo dan Srikayo Nangka

Kue srikayo berwarna hijau dari pandan, terbuat dari campuran telur, gula, dan santan. Teksturnya lembut dan rasanya manis. Biasanya kamu menikmatinya bersama ketan putih yang pulen. Varian srikayo nangka menambahkan potongan nangka segar yang memberikan rasa manis alami dan aroma harum.

32. Gulo Puan

Gulo puan adalah manisan khas Palembang dari campuran susu kerbau dan gula. Rasanya manis legit, teksturnya lembut. Kamu bisa menjadikannya camilan atau oleh-oleh khas yang jarang ditemukan di daerah lain.

33. Kue Gandus

Kue gandus adalah kue gurih berbahan tepung beras dengan taburan bawang goreng, ebi, dan cabai di atasnya. Teksturnya lembut dan kaya rasa. Kamu akan merasakan gurihnya ebi yang berpadu dengan pedas cabai.

34. Kue Lumpang

Kue lumpang berbahan tepung beras dengan tekstur kenyal dan rasa manis. Kamu biasanya menemukan kue ini disajikan dengan parutan kelapa di atasnya. Jajanan tradisional ini cocok untuk camilan sore.

35. Kue Sagon

Kue sagon adalah camilan tradisional berbahan dasar kelapa parut yang dipanggang hingga renyah. Rasanya manis gurih dengan aroma khas kelapa bakar. Kamu bisa menjadikannya teman ngopi di sore hari.

36. Kue Putu Mayang

Kue putu mayang terbuat dari tepung beras yang dibentuk menyerupai mi, berwarna-warni. Kamu menyantapnya dengan kuah gula merah dan santan. Rasanya manis, kenyal, dan gurih sekaligus.

37. Keripik Paru

Keripik paru adalah olahan paru sapi yang digoreng hingga renyah. Dibumbui dengan bumbu gurih, keripik ini nikmat sebagai camilan atau lauk tambahan. Kamu akan merasakan tekstur renyah yang berbeda dari keripik pada umumnya.

38. Godo-Godo

Godo-godo adalah camilan gorengan khas Palembang yang sederhana namun menggoda. Berbahan dasar tepung terigu, udang kecil, dan daun bawang, godo-godo memiliki rasa gurih yang cocok kamu nikmati sebagai teman minum teh di sore hari. Renyahnya bagian luar dan lembutnya bagian dalam membuat kamu sulit berhenti setelah satu gigitan.

Tips Menikmati Kuliner Palembang

Bagi kamu yang pertama kali berkunjung ke Palembang, beberapa tips berikut akan membantu perjalanan kulinermu berjalan lancar. Pertama, mulailah dengan pempek dan tekwan karena rasanya paling familiar. Kedua, jangan ragu bertanya kepada pedagang tentang tingkat kepedasan sebelum memesan. Ketiga, luangkan waktu untuk mencicipi kue tradisional seperti kue maksuba dan kue delapan jam sebagai penutup. Keempat, beli kemplang dan kerupuk ikan tenggiri sebagai oleh-oleh karena tahan lama dan mudah dibawa.

Bagikan artikel ini agar semakin banyak orang tahu bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan pemandangan, tetapi juga kaya akan cita rasa yang menunggu untuk dinikmati. Selamat berwisata kuliner, dan jangan lupa bawa pulang kemplang untuk oleh-oleh!

Baca juga:

(FAQ) Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Makanan Khas Palembang

1. Apa makanan khas Palembang yang paling wajib dicoba untuk pertama kali?

Kamu wajib mencoba pempek terlebih dahulu karena menjadi ikon kuliner Palembang yang paling dikenal. Pilih pempek kapal selam atau lenjer, lalu nikmati dengan kuah cuko yang asam manis pedas. Setelah itu, lanjutkan dengan tekwan atau mie celor untuk merasakan variasi hidangan berkuah.

2. Apakah semua makanan khas Palembang menggunakan ikan?

Tidak semua, meskipun sebagian besar menggunakan ikan air tawar seperti gabus, patin, atau tenggiri. Beberapa hidangan seperti malbi, pindang tulang, ayam kecap Palembang, dan martabak har menggunakan daging sapi, ayam, atau telur sebagai bahan utama karena pengaruh kuliner Arab dan Melayu.

3. Bagaimana cara menikmati tempoyak bagi pemula?

Kamu bisa memulai dengan tempoyak yang dicampur dalam sambal atau hidangan berkuah seperti gulai tempoyak ikan patin, bukan tempoyak murni. Rasa asam dan aroma durian akan lebih tertutupi oleh santan dan bumbu rempah. Setelah terbiasa, kamu bisa mencoba sambal tempoyak yang lebih pekat.

4. Di mana tempat terbaik untuk menemukan makanan khas Palembang yang autentik?

Kamu bisa mengunjungi kawasan 16 Ilir, Pasar 26 Ilir, atau Jalan Demang Lebar Daun di Palembang. Area tersebut terkenal dengan deretan penjual pempek, tekwan, mie celor, dan pindang. Untuk kue tradisional, pasar pagi seperti Pasar Cinde menyediakan berbagai pilihan.

5. Apa oleh-oleh khas Palembang yang paling tahan lama dan mudah dibawa?

Kerupuk kemplang dan kerupuk ikan tenggiri menjadi pilihan terbaik. Keduanya renyah, tahan lama, dan tidak memerlukan pendinginan. Kamu juga bisa membawa pempek mentah yang sudah dibekukan atau kue maksuba yang dikemas rapat.

Scroll to Top